Selasa, 25 Januari 2011

Jaringan Komputer


I.            Pengertian Jaringan

Jaringan komputer ( computer network ) adalah hubungan antara dua atau lebih komputer yang saling melakukan pertukaran data untuk berbagi pakai perangkat lunak ( software ) dan perangkat keras ( hardware ).

II.            Sejarah Jaringan

Konsep jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika dari sebuah proyek
pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Harvard University yang dipimpin profesor H. Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun ( Batch Processing ), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan kaidah antrian. Di tahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. Untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS ( Time Sharing System ), maka untuk pertama kali bentuk jaringan ( network ) computer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri - sendiri.

Jaringan komputer model TSS Memasuki tahun 1970-an, setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi ( Distributed Processing ). Dalam proses ini beberapa host computer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer. Dalam proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal - terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat. Jaringan komputer model distributed processing. Selanjutnya ketika harga-harga komputer kecil sudah mulai menurun dan konsep proses distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan jaringannya sudah mulai beragam dari mulai menangani proses bersama maupun komunikasi antar komputer ( Peer to Peer System ) saja tanpa melalui komputer pusat. Untuk itu mulailah berkembang teknologi jaringan local yang dikenal dengan sebutan LAN. Demikian pula ketika Internet mulai diperkenalkan, maka sebagian besar LAN yang berdiri sendiri mulai berhubungan dan terbentuklah jaringan raksasa WAN.


III.            Manfaat Penggunaan Jaringan Komputer

A. Sharing Resources

Sharing resources bertujuan agar seluruh program, peralatan atau peripheral lainnya dapat dimanfaatkan oleh setiap orang yang ada pada jaringan komputer tanpa terpengaruh oleh lokasi maupun pengaruh dari pemakai.

B. Media Komunikasi

Jaringan komputer memungkinkan terjadinya komunikasi antar pengguna, baik untuk teleconference maupun untuk mengirim pesan atau informasi yang penting lainnya.

C. Integrasi Data

Jaringan komputer dapat mencegah ketergantungan pada komputer pusat, karena setiap proses data tidak harus dilakukan pada satu komputer saja, melainkan dapat didistribusikan ke tempat lainnya. Oleh sebab inilah maka dapat terbentuk data yang terintegrasi yang memudahkan pemakai untuk memperoleh dan mengolah informasi setiap saat.

D. Pengembangan dan Pemeliharaan

Pengembangan peralatan dapat dilakukan dengan mudah dan menghemat biaya, karena setiap pembelian komponen seperti printer, maka tidak perlu membeli printer sejumlah komputer yang ada tetapi cukup satu buah karena printer itu dapat digunakan secara bersama-sama. Jaringan komputer juga memudahkan pemakai dalam merawat harddisk dan peralatan lainnya, misalnya untuk memberikan perlindungan terhadap serangan virus maka pemakai cukup memusatkan perhatian pada harddisk yang ada pada komputer pusat.

E. Keamanan Data

Sistem Jaringan Komputer dapat memberikan perlindungan terhadap data. Karena pemberian dan pengaturan hak akses kepada para pemakai, serta teknik perlindungan terhadap harddisk sehingga data mendapatkan perlindungan yang efektif.

F. Sumber Daya Lebih Efisien dan Informasi Terkini

Dengan pemakaian sumber daya secara bersama – sama, akan mendapatkan hasil yang maksimal dan kualitas yang tinggi. Selain itu data atau informasi yang diakses selalu terbaru, karena setiap ada perubahan yang terjadi dapat segera langsung diketahui oleh setiap pemakai.


IV.            Perangkat Keras Jaringan Komputer

1.      NIC
Kartu jaringan ( network interface card disingkat NIC atau juga network card ) adalah sebuah kartu yang berfungsi sebagai jembatan dari komputer ke sebuah jaringan komputer. Jenis NIC yang beredar, terbagi menjadi dua jenis, yakni NIC yang bersifat fisik, dan NIC yang bersifat logis. Contoh NIC yang bersifat fisik adalah NIC Ethernet, Token Ring, dan lainnya; sementara NIC yang bersifat logis adalah loopback adapter dan Dial-up Adapter. Disebut juga sebagai Network Adapter. Setiap jenis NIC diberi nomor alamat yang disebut sebagai MAC address, yang dapat bersifat statis atau dapat diubah oleh pengguna.http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQHFYrIKxq5Dwt_hybkV2svTu3yLU_2fr4r_Nroov5qtd5ny5M&t=1&usg=__G0aBvdkswFt_-U8HkhRWCtILQ3o=
2.      HUB / SWITCHhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeTPXJmpbgQ6YoNC7djllbkXOPGQDeev1MZeeJE1RERB1_R2vWkS6_IQMFfffgcDoUhnscrpr4rRYaDPsRmMGcGK2D6qoL6L4AjcPaT4g4kdsM4cb7qSA6wx359ABN6ED8znqHsJ3QmzWr/s1600/hub.jpg
Hub adalah istilah umum yang digunakan untuk menerangkan sebuah
central connection point untuk komputer pada network. Fungsi dasar yang dilakukan oleh hub adalah menerima sinyal dari satu komputer dan mentransmisikannya ke computer yang lain. Sebuah hub bisa active atau passive. Active hub bertindak sebagai repeater; ia meregenerasi dan mengirimkan sinyal yang diperkuat. Passive hub hanya bertindak sebagai kotak sambungan; ia membagi / memisahkan sinyal yang masuk untuk ditransmisikan ke seluruh network. Hub adalah central untuk topologi star dan mengijinkan komputer untuk ditambahkan atau dipindahkan pada network dengan relatif mudah. Kapabilitas yang disediakan hub central utnuk topologi star dan  mengijinkan computer untuk ditambahkan atau dipindahkan pada network dengan relatif mudah. Kapabilitas yang disediakan hub.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmspF7Sz9ij53E8NHsrz_4st5ZpVX7F03w6_zPqFaJJqdf46aRrH3QFJI50bniIHBLxbAACfp9f8aXKsuIxZtzIKDZlREg9v6VB7NgLLFb0JjPObNB4gjf8QW_PfwfHdod6QFKeb0Aw4em/s1600/SWITCH.jpg  Switch adalah hub pintar yang mempunyai kemampuan untuk menentukan tujuan MAC address dari packet. Daripada melewatkan packet ke semua port, switch meneruskannya ke port dimana ia dialamatkan. Jadi, switch dapat secara drastis mengurangi traffic network. Switch memelihara daftar MAC address yang dihubungkan ke port-portnya yang ia gunakan untuk menentukan kemana harus mengirimkan paketnya. Karena ia beroperasi pada MAC address bukan pada IP address, switch secara umum lebih cepat daripada sebuah router.

3.      Kabel UTP dan Konektor RG 45
http://i296.photobucket.com/albums/mm191/ferimurdeni/ferie-id/rj45-unbooted-large1.jpghttp://syafran.files.wordpress.com/2008/07/rj45-en.jpg?w=300&h=225
Pengertian dan arti definisi Kabel UTP atau kabel unshielded twisted pair adalah kabel yang biasa digunakan untuk membuat jaringan atau network komputer berupa kabel yang didalamnya berisi empat (4) pasang kabel yang yang setiap pasangnya adalah kembar dengan ujung konektor RJ-45.

4.      BRIDGE
http://afifcahya.blogdetik.com/files/2009/07/linksys-wrt54gs-wireless-g-broadband-router-with-speedbooster-300x273.jpg Pengertian dari sebuah bridge adalah bekarja pada data link layer pada OSI. Bridge adal alat yang digunakan pada suatu jaringan yang berfungsi untuk memisahkan sebuah jaringan yang luas menjadi segment yang lebih kecil. Bridge membaca alamat MAC ( media access control ) dari setiap paket data yang diterima yang kemudian akan mempelajari dridging table untuk memutuskan apa yang akan dikerjakan bridge selanjutnya pada paket data tersebut, apakah diteruskan atau di abaikan. jika switch menpunyai domein collision sendiri-sendiri disetiap portnya, begitu juga dengan bridge memiliki domain collision ttetepi ia juga dapat membaginya dari sebuah domain collision yang besar menjadi yang lebih kecil, dah bridge hanya akan melewatkan paket data antar segment - segment jika hanya segment itu sangat diperlukan.

5.      ROUTER
http://andryirawan93.files.wordpress.com/2010/03/ev-do_router_4.jpg Router Alat yang bertugas untuk mengantarkan paket data dalam jaringan. Router dapat digunakan jika tersambung paling tidak dengan dua jaringan yang berbeda sehingga pengaturan tersebut membutuhkan sebuah router. Router berada di sisi gateway sebuah tempat dimana dua jaringan LAN atau lebih untuk disambungkan. Router menggunakan HEADERS dan daftar tabel pengantar ( Forwarding Table ) untuk menentukan posisi yang terbaik untuk mengantarkan sebuah paket jaringan dan juga menggunakan protokol seperti ICMP, HTTP untuk berkomunikasi dengan LAN lainnya dengan konfigurasi terbaik untuk jalur antar dua host manapun.


6.      MODEM
http://mudha.files.wordpress.com/2007/04/adsl_modem.jpg Modem adalah singkatan dari Modulator-Demodulator. Modulate adalah proses penerjemahan data dari digital ke analog sehingga bias ditransmisikan. Demodulate adalah sebaliknya, proses menerjemahkan dari analog ke digital. Modulator merupakan bagian yang mengubah sinyal informasi kedalam sinyal pembawa ( Carrier ) dan siap untuk dikirimkan, sedangkan Demodulator adalah bagian yang memisahkan sinyal informasi ( yang berisi data atau pesan ) dari sinyal pembawa ( carrier ) yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan baik. Modem merupakan penggabungan kedua-duanya, artinya modem adalah alat komunikasi dua arah. Setiap perangkat komunikasi jarak jauh dua-arah umumnya menggunakan bagian yang disebut "modem", seperti VSAT, Microwave Radio, dan lain sebagainya, namun umumnya istilah modem lebih dikenal sebagai Perangkat keras yang sering digunakan untuk komunikasipada computer.


V.      Klasifikasi Jaringan Berdasarkan Jangkauannya, jaringan dibagi menjadi tiga jenis yaitu LAN, MAN dan WAN.
A.     Local Area Network ( LAN )

LAN adalah jaringan komputer yang jangkauannya relatif kecil atau dalam satu ruang, satu gedung atau beberapa gedung yang letaknya berdekatan. Sebagai contoh, jaringan dalam kampus yang terpadu atau di sebuah lokasi perusahaan tergolong LAN. LAN umumnya menggunakan media transmisi berupa kabel ( UTP, kabel koaksial, ataupun serat optik ). Namun, ada juga yang tidak menggunakan kabel dan disebut sebagai Wireless LAN ( WLAN ). Kecepatan LAN berkisar dari 10 Mbps sampai 1 Gbps. Menurut tipenya LAN dapat berupa jaringan client / server atau peer to peer.

a.       Client / Server
Client / server adalah suatu model jaringan yang memiliki client dan server. Client adalah komputer yang meminta layanan ( bisa berupa data atau perangkat seperti printer ) kepada server. Sedangkan server adalah komputer yang menyediakan fasilitas yang dibutuhkan oleh client. Fungsi server sendiri sebenarnya berupa perangkat lunak yang dijalankan pada perangkat keras yang umumnya berupa komputer. Beberapa contoh fungsi server yaitu file server, print server, web server, dan mail server.
b.      Peer to Peer

Peer to peer adalah jaringan komputer yang memberikan kedudukan yang sama pada semua komputer dan tidak ada komputer yang bertindak sebagai client ataupun server. Pada model seperti ini, dua komputer dapat berhubungan secara langsung tanpa bergantung pada server. Model ini lebih murah daripada jaringan client / server.

B.     Metropolitan Area Network ( MAN )

MAN adalah jaringan komputer yang jangkauannya lebih luas dari LAN atau mencakup area satu kota atau dengan rentang 10 – 45 km. Jaringan yang menghubungkan beberapa bank yang terletak dalam satu kota atau kampus yang  tergolong dalam beberapa lokasi tergolong sebagai MAN. Jaringan seperti ini umumnya menggunakan media transmisi dengan mikrogelombang atau gelombang radio. Namun, ada juga yang menggunakan jalur sewa ( leased line ).

C.     Wide Area Network ( WAN )

WAN adalah jaringan yang mencakup daerah geografis. Jaringan ini mencakup  antarkota, antarprovinsi, antarnegara, dan bahkan antarbenua. Contoh WAN adalah jaringan yang menghubungkan ATM ( Automativ Teller Machine ), dan contoh lain adalah internet.

VI.         Topologi Jaringan Berdasarkan Fungsinya dibagi menjadi dua yaitu topologi fisik jaringan dan topologi logik.

A.     Topologi Fisik

Jaringan Topologi fisik jaringan menyatakan susunan jaringan komputer secara fisik dalam suatu jaringan. Berbagai topologi jaringan yaitu, bus, cincin, bintang, pohon, dan tak beraturan. Secara sekilas model untuk keseluruhan topologi ini dapat dilihat pada gambar berikut ini.

1.      Topologi Bus ( Linier )

Pada topologi bus semua simpul ( umumnya computer ) dihubungkan melalui kabel yang disebut bus. Kabel yang digunakan adalah kabel koaksial. Jika seorang pemakai mengirimkan pesan ke seorang pemakai lain maka pesan tersebut akan melalui bus. Setiap komputer perlu membaca alamat dan pesan. Sekiranya alamat pada pesan cocok dengan alamat komputer pembaca, komputer tersebut akan segera mengambil pesan tersebut.

a)      Kelebihan topologi bus :
Ø      Layout kabel sederhana
Ø      Biaya relatif lebih murah
Ø      Instalasi mudah

b)      Kelemahan topologi bus :
Ø      Jika kabel utama putus maka komunikasi gagal
Ø      Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
Ø      Diperlukan repeater untuk jarak jauh



http://ifanisa.files.wordpress.com/2010/04/topologi-bus.jpg

Gambar topologi bus

2.      Topologi Cincin ( Ring )

Topologi cincin mirip dengan topologi bus. Infromasi dikirim oleh sebuah komputer akan dilewatkan ke media transmisi, melewati satu komputer ke komputer berikutnya. Kelemahan toplogi cincin terletak pada kegagalan salah satu simpul. Jika ada satu saja simpul yang mengalami kegagalan, maka semua hubungan terputus.      

a)      Kelebihan topologi cincin :
Ø      Hemat kabel

b)      Kelemahan topologi cincin :
Ø      Peka kesalahan
Ø      Pengembangan jaringan lebih kaku


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNBJDImrIVrKZsd2u0S-4XUiE6gbBr7Jn27PheT4sm3p2NLK1TwB43-0m6cGE5B49tHvdLLgmCXceVqG0mdeyYaEXeGYuv5myq810O0xS5pxqIkLbFzxcBHrzMuZjm65OuW7B2mRsu2I8/s1600/1_22_RingTopology.jpg
Gambar topologi cincin ( ring )

3.      Topologi Bintang ( Star )

Pada topologi ini terdapat komponen yang bertindak sebagai pusat pengontrol. Semua simpul yang hendak berkomunikasi selalu melalui pusat pengontrol tersebut. Dalam hal ini pusat pengontrol berupa hub atau switch.

a)      Kelebihan topologi bintang :
Ø      Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan / kerusakan
Ø      Penambahan dan pengurangan stasiun dapat dilakukan dengan mudah
Ø      Paling fleksibel
Ø      Kontrol terpusat
Ø      Kerusakan hanya terjadi pada saluran tersebut dan stasiun yang terpaut

b)      Kelemahan topologi bintang :
Ø      Boros kabel
Ø      Perlu penanganan khusus
Ø      Kontrol terpusat jadi elemen kritis
Ø      Kegagalan pusat kontrol memutuskan semua komunikasi


http://endah12.files.wordpress.com/2009/01/topologi-star2.jpg
Gambar topologi bintang ( star )

4.      Topologi Pohon ( Tree )

Topologi pohon sebenarnya merupakan pengembangan dari topologi bintang, dengan satu simpul menjadi pengontrol bagi sejumlah simpul yang berada di bawahnya. Contoh model ini seperti pada gambar berikut ini. Topologi ini biasanya  digunakan pada LAN mengingat kemudahan untuk melakukan ekspansi dan mengurangi keruwetan kabel. Dengan menggunakan sebuah hub tambahan, sejumlah komputer ( atau piranti yang lain ) dapat dihubungkan dengan mudah.        

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiWMDW_pRJfq48wpeGRDHDRKkSgOYmYXKM7TQu7RvR2SzvMBgAWg6CVq4ja1GFDRKXYyaiWI2Vqv_gexQYihpJgE6fr01IBNbbXV_Ns-XeMLm9g_j8ClLKy1gWL9zcSKBdn_LEMPpPhEs2/s269/tree.JPG

Gambar topologi pohon ( tree )


5.      Topologi Tak Beraturan ( Mesh )

Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju ( dedicated links ).

a)      Kelebihan topologi tak beraturan :
Ø      Hubungan dedicated links menjamin data langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa harus melalui komputer lainnya.
Ø      Memudahkan proses identifikasi permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antar computer.
Ø      Privacy dan security pada topologi mesh lebih terjamin, karena komunikasi yang terjadi antara dua komputer tidak akan dapat diakses oleh komputer lainnya.

b)      Kelemahan topologi tak beraturan :
Ø      Membutuhkan banyak kabel dan port I/O.
Ø      Membutuhkan biaya yang relatif mahal.
Ø      Karena setiap komputer harus terkoneksi secara langsung dengan computer lainnya maka instalasi dan konfigurasi menjadi lebih sulit.

http://ultramelta.files.wordpress.com/2010/08/meshtopology.jpg
Gambar topologi tak beraturan ( mesh )

B.     Topologi Logik

Dilihat dari metode acces, topologi  jaringan terdiri dari :

1.      Ethernet
Dikembangkan Xerox Corp. pada tahun 70-an dan menjadi populer pada tahun 80-an kerena diterima sebagai standar IEEE ( Institute of Electrical and Electronic Engineers ). Ethernet berdasarkan broadcast network, dimana setiap node menerima setiap transmisi data yang dikirim oleh sebuah node menggunakan metode CSMA / CD ( carrier sense multiple acces / collision detection )  baseband.
Cara kerja ethernet
Sebelum mengirimkan paket data, setiap node melihat apakah network juga sedang mengirimkan paket data. Jika network busy node akan menunggu sampai tidak ada sinyal lagi yang dikirim oleh network. Jika network sepi barulah node itu mengirimkan paketnya. Jika pada saat yang sama terdapat 2 node yang mengirimkan data, maka terjadi collision. Jika terdapat collision kedua node mengirimkan sinyal jam ke nerwork dan semua node berhenti mengirimkan paket data dan kembali menunggu dan mengirimkan data. Paket yang mengalami collision akan dikirimkan kembali saat ada kesempatan. Kecepatan 10 mbps dan menurun seiring semakin banyaknya node yang terpasang semakin banyak pula kemungkinan tabrakan. Jika dilihat dari kecepatannya, Ethernet terbagi menjadi empat jenis yaitu sebagai berikut :
§         10 Mbit/detik, yang sering disebut ethernet saja ( standar yang digunakan 10Base2, 10Base5, 10BaseT, 10BaseF ).
§         100 Mbit/detik, yang sering disebut Fast Ethernet ( standar yang digunakan 100BaseFX, 100BaseT, 100BaseT4, 100BaseTX ).
§         1000 Mbit/detik atau 1 Gbit/detik, yang sering disebut Gigabit Ethernet ( standar yang digunakan : 1000BaseCX, 100 BaseLX, 1000BaseSX, 1000BaseT ).
§         10000 Mbit/detik atau 10 Gigabit. Standar ini belum banyak diimplementasikan.

2.      Token Ring
Berdasarkan standar IEE 802.5 yang dikembangkan IBM untuk menghindari collision tidak menggunakan collision detection melainkan token passing scheme, token passing sceheme dapat dijelaskan secara sederhana : sebuah token bebas mengalir pada setiap node melalui network. Saat sebuah node ingin mengirimkan paket, node itu meraih dan melekatkan frame atau paketnya ke token. Sekarang token itu tidak dapat digunakan lagi oleh node lain sampai data mencapai tujuannya. Jika telah sampai token dilepaskan oleh originating station. Token mengalir di network dalam satu arah dan setiap station di poll satu per satu  ( kecepatannya 4 mbps dan 16 mbps ).
Spesifikasi asli dari standar token ring adalah kemampuan pengiriman data dengan kecepatan 4 mbps/detik dan kemudian ditingkatkan menjadi 16 mbps/detik. Pada jaringan token ring ini semua node terhubung harus beroperasi pada kecepatan yang sama. Implementasi yang umum terjadi adalah dengan menggunakan ring 4 mbps/detik sebagai penghubung antarnode sementara ring 16 mbps/detik digunakan untuk backbone jaringan.
Meskipun token ring lebih cepat superior dalam berbagai segi. Token ring kurang begitu diminati mengingat biaya implementasinya lebih tinggi dibandingkan dengan ethernet.
3.      ARC net
Dikembangkan data point pada tahun 70-an dan dipolulerkan oleh Standar Microsystem Inc., menggunakan prinsip token passing scheme dan broadcast. Prinsip kerjanya secara sederhana dengan melewatkan token ke setiap node yang memiliki nomor broadcast tertentu kecepatannya 2.5 mbps dan 20 mbps, implementasi menggunakan kabel coax RG 62. Card network ARC net lebih murah daripada card Ethernet. Tetapi sekarang kartu ini hampir jarang digunakan. Biasanya topologi yang digunakan topologi fisik star  dan tidak dapat bekerja pada satu bus sehingga jarang digunakan pada internet working unix.dos.
ARCnet topologi adalah kombinasi star dan bus. Jenis kabel adalah RG 62 A/U koaksial ( 93 ohm ), UTP atau serat optik. Sebuah jaringan bisa menggunakan  kombinasi dari media ini. Konektor yang digunakan meliputi BNC, RJ 45 dan yang lainnya. Panjangnya segmen maksimum 600 meter dengan serat optik, dan 30 meter dari satu pusat ( hub ) pasif. Mungkin menggunakan pusat ( hub ) aktif dan pasif. Spesifikasi adalah ANSI 878.1. Itu dapat mempunyai kecepatan sampai dengan 225 titik setiap jaringan. Kecepatan adalah 2.5 Mbps. ARCnet Plus telah mengoperasikan kecepatan mendekati 20 Mbps.
4.      FDDI
FDDI ( Fiber Distributed Data Interchange ) adalah standar komunikasi data menggunakan kabel serat optik, bekerja berdasarkan dua ring konsentrik, masing-masing berkecepatan 1200 mbps, dengan menggunakan token passing scheme. Salah satu ring dapat berfungsi sebagai backup atau menjadi pengirim saja ( mengirim dan menerima data dalam arah berbeda ), jumlah bisa mencapai 1000 node dengan jarak sampai dengan 200 km. FDDI tidak kompatibel dengan ethernet namun ethernet dapat dienkapsulasi dalam paket FDDI, FDDI bukan merupakan standar IEEE.

VII.      Protokol Komunikasi

Protokol komunikasi atau biasa disebut protokol saja adalah suatu tatacara yang digunakan untuk melaksanakan pertukaran data ( pesan ) antar dua buah sistem bisa saja berbeda sama sekali. Protokol ini mengurusi perbedaan format data pada kedua sistem hingga pada masalah koneksi listrik. 
Susunan Protokol Jaringan Komputer
Jaringan diorganisasikan sebagai suatu tumpukan lapisan ( layer ). Tujuan tiap lapisan adalah memberikan layanan kepada lapisan yang berada di atasnya. Misal lapisan 1 memberi layanan terhadap lapisan 2. Masing-masing lapisan memiliki protokol. Protokol adalah aturan suatu "percakapan" yang dapat dilakukan. Protokol mendefinisikan format, urutan pesan yang dikirim dan diterima antar sistem pada jaringan dan melakukan operasi pengiriman dan penerimaan pesan. Protokol lapisan pada satu mesin akan berbicara dengan protokol lapisan n pada mesin lainnya. Dengan kata lain, komunikasi antar pasangan lapisan N, harus menggunakan protokol yang sama. Misal, protokol lapisan 3 adalah IP, maka akan ada pertukaran data secara virtual  dengan protokol lapisan 3, yaitu IP pada stasiun lain.
 
http://meprincess.files.wordpress.com/2010/01/1.jpg

Pada kenyataannya protokol lapisan n+1 pada satu mesin tidak dapat secara langsung berbicara dengan protokol lapisan n+1 di mesin lain, melainkan harus melewatkan data dan kontrol  informasi ke lapisan yang berada di bawahnya (lapisan n), hingga ke lapisan paling bawah. Antar lapisan yang "berkomunikasi", misal lapisan n dengan lapisan n+1, harus menggunakan suatu interface(antar muka) yang mendefinisikan layanan-layanannya. Himpunan lapisan dan protokol disebut arsitektur protokol. Urutan protokol yang digunakan oleh suatu sistem, dengan satu protokol per lapisan, disebut stack protocol. Agar suatu paket data dapat saling dipertukarkan antar lapisan, maka paket data tersebut harus ditambahkan suatu header yang menunjukkan karakteristik dari protokol pada lapisan tersebut. Satu stasiun dapat berhubungan dengan stasiun lain dengan cara mendefinisikan spesifikasi dan standarisasi untuk segala hal tentang media fisik komunikasi dan juga segala sesuatu menyangkut metode komunikasi datanya. Hal ini dilakukan pada lapisan 1.

http://meprincess.files.wordpress.com/2010/01/2.jpg
Pemberian Header pada lapisan

Karena begitu kompleknya tugas - tugas yang harus disediakan dan dilakukan oleh suatu jaringan komputer, maka tidak cukup dengan hanya satu standard protokol saja. Tugas yang komplek tersebut harus dibagi menjadi bagian-bagian yang lebih dapat di atur dan diorganisasikan sebagai suatu arsitektur komunikasi. 
Menanggapi hal tersebut, suatu organisasi standard ISO ( International Standard Organization ) pada tahun 1977 membentuk suatu komite untuk mengembangkan suatu arsitektur jaringan. Hasil dari komite tersebut adalah Model Referensi OSI ( Open Systems Interconnection ).  Model Referensi OSI adalah System Network Architecture ( SNA ) atau dalam bahasa Indonesianya Arsitektur Jaringan Sistem. Hasilnya seperti pada gambar OSI.
Layer  dan Header yang menjelaskan ada 7 lapisan ( layer ) dengan nama masing-masing. 

http://3.bp.blogspot.com/_FPPsGUii1u0/TEcEehLD-bI/AAAAAAAAACY/YYAik7uiDkk/s1600/referensi1.png
OSI layer dan Header
Gambar OSI Layer  dan Header juga menggambarkan header-header yang diberikan pada setiap lapisan kepada data yang dikirimkan dari lapisan ke lapisan.

http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRvhtM9deiVYOcQb8HXmX8sjKwKfFocMLg108i1KzSXBRLXw0E&t=1&usg=__1zQQZ3vaXkHtEnL_N6BtTIIYY-g=
gambaran tiap layer
Setiap lapisan memiliki tugas yang berbeda satu sama lain. Berikut masing-masing tugas dari tiap lapisan:

7)      Application Layer : menyediakan layanan untuk aplikasi misalnya transfer file, email,     akses suatu komputer atau layanan. 

6)       Presentation Layer : bertanggung jawab untuk menyanjikan informasi. Lapisan ini membuat dua host dapat berkomunikasi.

5)      Session Layer : membuat sesi untuk proses dan mengakhiri sesi tersebut. Contohnya jika ada login secara interaktif maka sesi dimulai dan kemudian jika ada  permintaan log off maka sesi berakhir. Lapisan ini juga menghubungkan lagi jika sesi login terganggu sehingga terputus.

4)      Transport Layer :  lapisan ini mengatur pengiriman pesan dari hos - host di jaringan. Pertama data dibagi-bagi menjadi paket-paket sebelum pengiriman dan kemudian penerima akan menggabungkan paket-paket tersebut menjadi data utuh kembali. Lapisan ini juga memastikan bahwa pengiriman data bebas kesalahan dan kehilangan paket data. 

3)      Network Layer : lapisan bertanggung jawab untuk menerjemahkan alamat logis jaringan ke alamat fisik jaringan. Lapisan ini juga memberi identitas alamat, jalur perjalanan pengiriman data, dan mengatur masalah jaringan misalnya pengiriman paket-paket data.

2)      Data Link Layer : lapisan data link mengendalikan kesalahan antara dua komputer yang berkomunikasi lewat lapisan physical. Data link biasanya digunakan oleh hub dan switch. 

1)      Physical Layer : lapisan physical mengatur pengiriman data berupa bit lewat kabel. Lapisan ini berkaitan langsung dengan perangkat keras seperti kabel, dan kartu jaringan ( LAN CARD ). Selain referensi model arsitektur protokol OSI, ada model arsitektur rotokol yang umum digunakan yaitu TCP/IP ( Transfer Control Protokol/Internet Protocol ). Arsitektur TCP/IP lebih sederhana dari pada tumpukan protokol OSI, yaitu berjumlah 5 lapisan protokol. Jika diperhatikan pada Gambar Perbandingan TCP/IP dan OSI, ada beberapa lapisan pada model OSI yang dijadikan satu pada arsitektur TCP/IP. Gambar tersebut juga menjelaskan protokol-protokol apa saja yang digunakan pada setiap lapisan di TCP/IP model. Beberapa protokol yang banyak dikenal adalah FTP (File Transfer Protocol) yang digunakan pada saat pengiriman file. HTTP merupakan protokol yang dikenal baik karena banyak digunakan untuk mengakses halaman-halaman web di Internet. 
http://3.bp.blogspot.com/_FPPsGUii1u0/TEcFVRdcODI/AAAAAAAAACo/9R_8ZOHehAA/s1600/referensi3.png
Perbandingan TCP/IP dan OSI

Berikut  penjelasan lapisan layanan pada TCP/IP :
§         Lapian Application, menyediakan komunikasi antar proses atau aplikasi pada host yang berjauhan namun terhubung pada jaringan.
§         Lapisan Transport ( End-to-End ), menyediakan layanan transfer end-to-end. Lapisan ini juga termasuk mekanisme untuk menjamin kehandalan transmisi datanya. Layanan ini tentu saja akan menyembunyikan segala hal yang terlalu detail untuk lapisan di atasnya.
§         Lapisan Internetwork, fokus pada pemilihan jalur ( routing ) data dari host sumber ke host tujuan yang melewati satu atau lebih jaringan yang berbeda dengan menggunakan router.
§         Layanan Network Access / Data link,  mendefinisikan antarmuka logika antara sistem dan jaringan.
§         Lapisan Physical, mendefinisikan karakteristik dari media transmisi, pensinyalan dan skema pengkodean sinyal.

Sedikit Tentang Apa Itu Jaringan Komputer

Saya adalah seorang siswi TKJ yang akan meramaikan blog dengan sedikit ilmu yang saya dapat. Dan saya akan memberikan sedikit penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan jaringan komputer. Dalam hal ini saya baru belajar tentang jaringan. Apabila ada kata-kata yang kurang berkenan dan perlu adanya perbaikan saya sangat mengharap adanya saran dan kritik dari Anda. Apabila Anda berkenan memberikan saran dan kritik saya sangat berterimah kasih.